^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2014-04-13 09:55:18 - UN sebagai Standar Nasional untuk Pemetaan Mutu Sekolah <0> 2014-03-05 09:57:26 - Kemdikbud Luncurkan Aplikasi Data Pokok Pendidikan Menengah (Dapodikmen) <0> 2014-05-03 10:06:53 - Hardiknas 2014, Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul <0> 2018-07-19 14:47:40 - MPLS SMKN 57 JAKARTA 2018 <0> 2016-03-04 13:39:19 - US Siapa Takut <0>
Lima Pilar Kebudayaan Lahir Dari Empat Pondasi Negara
Diposting pada: 2014-05-03 10:08:53 | Hits : 1711 | Kategori: Pendidikan
 

Pembangunan kebudayaan di Indonesia harus didasari dengan kesadaran bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan sejarah. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat rencana pembangunan kebudayaan ke dalam lima pilar, dengan menjadikan empat pondasi kenegeraan sebagai acuan. 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti mengatakan, empat pondasi kenegaraan yang dijadikan acuan dalam membangun lima pilar kebudayaan tersebut adalah UUD 1945, NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Karena pondasi itu, pilar apapun yang didirikan di dalam pondasinya tidak berubah," ujar Wiendu di ruang kerjanya, (24/1/2014). 

Wiendu menuturkan, lima pilar dalam pembangunan kebudayaan yaitu Pembangunan Karakter dan Jati Diri, Sejarah dan Warisan Budaya, Diplomasi Budaya, Industri Budaya, dan Sarana dan Prasarana Budaya baik fisik maupun nonfisik. Setiap pilar tersebut memiliki program unggulannya masing-masing. 

Misalnya, jelas Wiendu, untuk pilar Diplomasi Budaya, program unggulannya adalah Rumah Budaya Indonesia yang dibangun di dalam negeri maupun luar negeri. Rencananya, Rumah Budaya Indonesia akan dibangun di Jepang, Cina, Rusia, Amerika, Perancis, dan negara-negara tetangga ASEAN. 

Kemudian untuk pilar Sarana dan Prasarana Budaya, salah satu program unggulannya adalah revitalisasi museum. Revitalisasi museum bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum. Wiendu mengatakan, saat ini terdapat 329 museum di seluruh Indonesia, namun belum semuanya memiliki kualitas yang baik. "Museum belum bisa berkompetisi dengan mall atau fasilitas lain," katanya. 

Dalam revitalisasi museum, Kemdikbud juga memberikan bimbingan teknis kepada museum-museum dalam hal pengelolaan SDM, tata koleksi museum, dengan mengajak serta para ahli. Ke depannya, Wiendu menjelaskan, Kemdikbud juga berencana agar Museum Nasional dan Galeri Nasional bisa menjadi alternatif tempat presiden menerima tamu-tamu negara. "Jadi tidak hanya di istana," ucapnya. (Desliana Maulipaksi).

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id

 

Posting Lainnya:

« Kembali

MUTIARA HADIST
Apakah Ini Sering Terjadi Pada Anda? :
Dari Abu Hurairah R.a. Berkata: Rasulullah Saw Bersabda, "Apabila Telah Diserukan Adzan Untuk Shalat Maka Berlari Mundurlah Setan Sambil Terkentut-kentut, Hingga Tidak Terdengar Olehnya Suara Adzan Itu. Apabila Adzan Telah Selesai, Ia Pun Datang Kembali. Kemudian Ia Mengganggu Hati Orang Yang Shalat, Seraya Berkata, 'Ingatlah Ini Dan Ingatlah Itu.' Padahal Yang Demikian Itu Tidak Pernah Diingatnya Sebelum Shalat. Sehingga Orang Yang Shalat Itu Tidak Tahu Lagi, Sudah Berapa Rakaatkah Shalat Yang Dikerjakannya Itu."

 

BERITA FOTO


ARTIKEL

  • Optimalkan Otak

    penting untuk mengoptimalkan fungsi otak agar otak dapat bekerja dengan lebih efektif. Berikut caranya ..

    2016-04-13 07:37:44 2515 hits
Posting lainnya: